Lagi-Lagi Tuduhan Isu Santet/Ilmu Hitam Tejadi di Banyuwangi

Banyuwangi, detik1.com – Lagi-lagi terjadi tuduhan terkena ilmu Hitam atau singkatnya santet, yang terkenal di banyuwangi Jawa Timur, tanah Jawa paling ujung timur ini indentik khas terkenal dengan ilmu tersebut.

Warga isti’anah (64) tahun Rt.04 Rw.01 warga Dusun Jatisari, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, ini di tuduh telah melakukan ilmu Hitam atau santet kepada adiknya Salimi (53) tahun masih Tetangganya, sehingga si bapak mendatangi rumah Isti’anah mau melakukan klarifikasi kepada si nenek tersebut.,dengan alasan penyakitnya tak kunjung sembuh akibat kiriman santet dari nenek Isti’anah.

Anak dari Isti’anah Masruroh (41) tahun Mengatakan, bahwa orang tersebut datang kerumahnya. ” dia datang kerumah tiba-tiba membuka jaketnya, dan membawa sebilah pisau mau di bacokkan ke ibu saya, dan untungnya ada yang mencegah mas.” Kata Masruroh kepada tim media DetikOne

Akibat perbuatan salahudin (50) tahun adik Salimi (65) tahun, Rt.04 Rw.01 Dusun Jatisari, Desa Badean, Kecamatan. Blimbingsari, Banyuwangi, yang merasa dirinya terkena santet tersebut, Isti’anah mengalami trauma dan tidak mau makan selama dua hari.

Surat Pernyataan Perdamaian Yang di Tanda Tangani Kedua Belah Pihak

Saat di konfirmasi di kediaman Isti’anah mengungkapkan, atas kejadian tersebut. “Saya ini tidak tahu tujuannya datang ke rumah, tak kira dia mau silahturahmi ternyata dia membuka jaketnya dan membawa sebilah pisau mau di bacok kan ke saya. Saya kaget dan menangis sampai sekarang saya masih takut dan tidak ada selera makan.” ungkap Isti’anah Kamis (12/05/2022)

Akibat dari perbuatannya ini Salahudin di datangkan di Balai Desa Badean, yang mau melakukan percobaan pembunuhan untuk di tanya alasannya kenapa, oleh pihak tiga pilar kepala desa. Babinsa. Dan Babinkamtibmas Desa Badean. Atas laporan dari Masruroh dan Isti’anah yang merasa dirinya tidak tenang dengan perlakuannya Salahudin.

Tiga pilar mengundang ke dua belah pihak ke Kantor Desa, agar permasalahan tidak mengembang supaya kedua belah pihak tidak terprovokasi oleh pihak tiga.

Kepala Desa Nursamsi juga berkomentar terkait dengan adanya kejadian tersebut mengiyakan, bahwasanya ada tuduhan santet di wilayahnya.”iya memang mas kejadian ini sangat di sayangkan si pelaku merasa terkena ilmu Hitam yang di lakukan Isti’anah akan tetapi tuduhan tersebut tidak ada bukti yang falid, makanya saya panggil ke Desa supaya di selesaikan secara kekeluargaan dan tidak terulang kembali perbuatan tersebut.

Doc.Photo Wartawan Media DetikOne

Keterangan dari Basith umur (28) tahun. “Pakde saya itu minta obat biar sembuh, karena penyakitnya yang tidak kunjung sembuh, mungkin itu tersulut emosi mungkin ya itu mas pikirannya agak kurang sehat juga mas. makanya saya sangat berterimakasih kepada Pemdes Badean, permasalahan ini sudah di mediasi secara kekeluargaan,” terang Basith keponakan korban kepada awak media DetikOne.

“Setelah ada kesepakatan kedua belah pihak berita damai di bacakan, dihadapan antara pihak satu dan pihak dua,” Bhabinkamtibmas Bripka Sastra Arif Dwi Putra.

Hasil dari mediasi yang di lakukan Kepala Desa Nur Samsu, Babinsa Serma Fajar Agus Tiono, Bhabinkamtibmas Bripka Sastra Arif Dwi Putra, tiga pilar Desa Badean tersebut kedua belah pihak sudah menyepakati damai dan di buatkan surat pernyataan, agar tidak terulang lagi melakukan tindakan main hakim sendiri.

(Tim/Red)

error: