Jalan Pesisir Desa Sonok Butuh Perhatian Super Ekstra Dari Pemerintah

Sumenep, detik1.com – Jalan Raya pesisir Desa Sonok Kecamatan Nonggunong Kabupaten Sumenep, Sangat menghawatirkan keselamatan Masyarakat pengguna jalan, Rusak parahnya jalan pesisir Desa Sonok ini disebabkan 2 hal, yang pertama karena faktor Alam, dimana letak posisi jalan terlalu dekat dengan bibir pantai, sehingga disaat musim angin Barat datang deburan ombak tanpa Tedeng Aleng Aleng menghantam jalanan yang hanya dibatasi tangkis laut.

Yang kedua karena mutu pekerjaan Tangkis laut yang berada di lokasi pesisir Desa Sonok itu kurang bagus, rata-rata tidak bisa bertahan sampai dua musim angin barat.

Hal itu membuat ketua AWALS ( Asosiasi Wartawan dan LSM Sapudi ) Akhmadi angkat bicara mengenai parahnya jalan Pesisir Desa Sonok.

“Rata rata semua pekerjaan Tangkis laut yang ada di pesisir Desa Sonok itu tidak bisa bertahan sampai dua tahun, sekali datang musim barat sudah pada rusak, datang lagi musim barat tahun depannya, ya, bisa lihat sendiri difotonya, bahkan ada Tangkis laut yang terseret ombak pindah posisi dari batas jalan masuk ke laut” terang Akhmadi, Senin ( 21/2/2022).

Akhmadi berharap kepada pemerintah Khususnya dinas yang menangani pekerjaan Tangkis laut ini, jangan asal memenangkan Rekanan dari segi tawaran kontrak dan kelengkapan administrasinya. Tapi penilaian kinerja CV. Kontraktor itu perlu dipertanyakan.

” Biar nanti hasil pekerjaannya bisa dinikmati masyarakat dalam jangka waktu yang lama, bukan hanya batas waktu pemeliharaan” harapnya.

Kedepannya AWALS akan membentuk tiem investigasi khusus untuk mengadakan pengawasan dan monitoring setiap pekerjaan proyek yang masuk pulau Sapudi.

Doc.Jalan Rusak Desa Sonok

” Seperti tahun kemarin sempat dari tiem investigasi kami memberhentikan pekerjaan proyek pelabuhan terebung karena timbunan yang tidak sesuai spek dan Mutu Material pasir untuk Riul yang bercampur tanah hitam”

” Akhirnya putus kontrak kan?? Sampai saat ini terbengkalai. Lantas siapa yang rugi dan Yang dirugikan dalam hal ini,” tutup Akhmadi.

(Fatahillah)

error: