Dimanakah Aparat Penegak Hukum Ketika Pupuk Bersubsidi di Jual Dengan Harga Tinggi??

Situbondo, detik1.com – Temuan adanya Pupuk Urea yang ada di Dusun Tampora, Desa Kalianget, Kecamatan Banyunglugur, Situbondo, Jawa Timur, dimana truk pengangkut Pupuk Urea bersubsidi sejumlah 1 Ton yang akan diimbal memakai sepeda motor ke lahannya.

Sementara itu menurut petani inisial Bapak Ramlah, ketika ditemui awak media Detik One.Com. di lokasi mengatakan, bahwasanya pupuk 1 (satu) ton akan dibagi 3 (tiga) orang masing-masing 3 (tiga) kwintal yang akan dipakai di lahan perhutani/lahan garapan.

Doc.Bapak Ramlah

“Saya belinya ke Bapak Sano selaku Kelompok Tani (Poktan) di Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur, seharga per kwintal Rp.300 ribu rupiah baik ngambil di tempat (Rumah Pak Sano) maupun terima di tempat harganya tetap sama mas, per kwintal Rp.300 ribu rupiah” ujarnya kepada awak media Detik One.Com, Sabtu (05/03/2022)

Dengan adanya dugaan tersebut, Awak media berupaya mengkonfirmasi ke Bapak Sano selaku orang yang diduga menjual pupuk bersubsidi seharga Rp.300 ribu rupiah per kwintal tersebut.

Doc.Photo Aktivis Azis

Sedangkan dari sopir truk kepada awak media menjelaskan. “Saya hanya mengangkut pupuk kesini mas, setelah itu pupuk ini akan diimbal pakai sepeda motor ke lokasi untuk memupuk jagung, iya benar itu harganya Rp.300 ribu rupiah per kwintal” tuturnya

Hal senada juga dikatakan aktivis asal Desa Kalianget Azis kepada awak media yang mengatakan, saya sangat menyayangkan kalau sampai Poktan-Poktan yang ada diduga mempermainkan harga seenaknya dan memberatkan kepada petani, seperti yang ditemui hari ini ada truk mengangkut Pupuk Urea bersubsidi sejumlah 1 (satu) ton di tampora, Desa Kalianget, kecamatan Banyuglugur, dengan harga Rp.300 ribu rupiah per kwintal.

“Saya mohon pihak Aparat Penegak Hukum untuk menindak lanjuti temuan awak media dan Lembaga dan diproses sesuai Hukum yang berlaku,” tutupnya.

(Benny)

error: